Dalam banyak organisasi modern, perangkat firewall sering dianggap sebagai garis pertahanan terkuat di jaringan. Firewall berfungsi sebagai penjaga gerbang yang memonitor lalu lintas jaringan, memblokir aktivitas berbahaya, dan memastikan hanya komunikasi yang sah yang dapat masuk ke dalam sistem perusahaan.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, realitas keamanan siber menunjukkan sesuatu yang berbeda. Perangkat yang seharusnya menjadi pelindung justru mulai menjadi target utama para penyerang. Salah satu contoh yang menarik perhatian komunitas keamanan siber adalah serangkaian insiden yang melibatkan kompromi perangkat FortiGate, sebuah firewall generasi baru yang banyak digunakan oleh organisasi di seluruh dunia.
Investigasi yang dilakukan oleh tim keamanan dari SentinelOne menunjukkan bagaimana penyerang dapat memanfaatkan celah keamanan pada perangkat edge network untuk mendapatkan akses awal ke dalam jaringan organisasi. Dari sana, mereka dapat mencuri kredensial, membuat perangkat palsu di jaringan, hingga mengambil data sensitif dari sistem penting seperti Active Directory.
Artikel ini membahas bagaimana serangan tersebut terjadi, apa yang dapat dipelajari oleh organisasi dari insiden tersebut, serta bagaimana teknologi keamanan modern dapat membantu mencegah ancaman serupa di masa depan.
Mengapa Perangkat Edge Menjadi Target Utama
Perangkat edge seperti firewall, VPN gateway, dan router memiliki posisi yang sangat strategis dalam infrastruktur IT. Mereka berada di perbatasan antara jaringan internal organisasi dan internet. Karena perannya yang penting, perangkat ini sering memiliki akses luas terhadap berbagai sistem internal, termasuk layanan autentikasi, sistem manajemen jaringan, dan direktori pengguna.
Dalam banyak konfigurasi perusahaan, firewall seperti FortiGate terintegrasi dengan sistem direktori organisasi untuk memetakan identitas pengguna ke aktivitas jaringan. Hal ini memungkinkan administrator jaringan untuk menerapkan kebijakan keamanan berbasis peran.
Namun integrasi ini juga memiliki risiko. Jika penyerang berhasil mengakses perangkat tersebut, mereka berpotensi mendapatkan informasi sensitif seperti:
-
Kredensial akun layanan
-
Struktur jaringan internal
-
Konfigurasi keamanan organisasi
Informasi ini dapat digunakan untuk melancarkan serangan lanjutan yang jauh lebih berbahaya.
Bagaimana Penyerang Mendapatkan Akses
Dalam beberapa insiden yang diselidiki, penyerang berhasil mendapatkan akses ke perangkat firewall melalui beberapa metode. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan kerentanan keamanan yang memungkinkan akses administratif tanpa autentikasi yang sah. Dalam kasus tertentu, penyerang dapat mengirimkan token autentikasi palsu dan mendapatkan akses penuh ke perangkat.
Metode lain yang juga sering terjadi adalah penggunaan kredensial yang lemah. Banyak perangkat edge yang masih menggunakan kata sandi default atau kombinasi yang mudah ditebak.
Begitu akses diperoleh, penyerang biasanya melakukan beberapa langkah awal untuk mempertahankan kontrol atas perangkat tersebut. Salah satu teknik yang sering digunakan adalah membuat akun administrator baru yang tidak terdeteksi oleh administrator jaringan. Dengan akun ini, penyerang dapat kembali mengakses perangkat kapan saja tanpa harus mengeksploitasi kerentanan lagi.
Pencurian Konfigurasi dan Kredensial Jaringan
Setelah mendapatkan akses administratif, penyerang biasanya mengekstrak file konfigurasi dari perangkat firewall. File konfigurasi ini sangat berharga karena sering kali berisi berbagai informasi penting tentang jaringan organisasi. Dalam beberapa kasus, file tersebut juga mengandung kredensial akun layanan yang digunakan untuk terhubung dengan sistem internal seperti Active Directory.
Meskipun kredensial tersebut biasanya disimpan dalam bentuk terenkripsi, metode enkripsi tertentu dapat dibalik oleh penyerang yang memiliki akses ke file konfigurasi tersebut. Dengan kredensial yang berhasil diekstrak, penyerang dapat mengautentikasi diri ke sistem internal organisasi dan mulai menjelajahi jaringan secara lebih luas.
Pembuatan Workstation Palsu di Domain
Salah satu teknik yang digunakan penyerang dalam insiden ini adalah menambahkan perangkat baru ke dalam domain organisasi. Secara default, banyak lingkungan Active Directory mengizinkan pengguna standar untuk menambahkan beberapa komputer ke domain. Penyerang memanfaatkan pengaturan ini untuk mendaftarkan workstation palsu ke dalam jaringan perusahaan.
Dengan perangkat tersebut menjadi bagian dari domain, penyerang mendapatkan akses yang lebih luas terhadap berbagai sistem internal. Teknik ini sering digunakan untuk menyembunyikan aktivitas penyerang agar terlihat seperti aktivitas normal pengguna dalam jaringan.
Pergerakan Lateral dan Eksfiltrasi Data
Setelah mendapatkan pijakan yang kuat di dalam jaringan, penyerang biasanya mulai melakukan pemindaian jaringan untuk menemukan sistem yang memiliki nilai tinggi.
Target utama biasanya termasuk:
-
Domain controller
-
Server database
-
Server file
-
Infrastruktur aplikasi penting
Dalam beberapa kasus, penyerang juga menginstal alat administrasi jarak jauh yang sah seperti perangkat monitoring atau manajemen sistem. Alat-alat ini sebenarnya dirancang untuk administrator IT, tetapi sering disalahgunakan oleh penyerang untuk mempertahankan akses ke jaringan. Teknik ini dikenal sebagai living-off-the-land, di mana penyerang menggunakan alat yang sah untuk menghindari deteksi oleh sistem keamanan tradisional.
Tantangan dalam Mendeteksi Serangan Edge
Salah satu masalah terbesar yang dihadapi organisasi dalam insiden seperti ini adalah kurangnya visibilitas terhadap perangkat edge. Banyak perangkat firewall tidak memiliki kemampuan logging yang memadai atau log tersebut tidak disimpan dalam jangka waktu yang cukup lama. Akibatnya, ketika insiden terjadi, tim keamanan sering kesulitan menentukan kapan serangan dimulai dan bagaimana penyerang pertama kali mendapatkan akses. Tanpa visibilitas yang baik, investigasi keamanan menjadi jauh lebih sulit dan respon terhadap insiden menjadi lebih lambat.
Mengapa Organisasi Membutuhkan Pendekatan Keamanan Modern
Ancaman siber modern tidak lagi terbatas pada malware tradisional atau serangan phishing sederhana. Penyerang kini menggunakan teknik yang jauh lebih kompleks, termasuk eksploitasi perangkat jaringan, pencurian identitas digital, serta penyalahgunaan alat administrasi yang sah.
Untuk menghadapi ancaman ini, organisasi membutuhkan solusi keamanan yang mampu memberikan:
-
Deteksi ancaman berbasis perilaku
-
Visibilitas menyeluruh terhadap aktivitas jaringan
-
Respons otomatis terhadap serangan
-
Analisis ancaman berbasis kecerdasan buatan
Pendekatan keamanan tradisional yang hanya mengandalkan deteksi berbasis tanda tangan tidak lagi cukup untuk melindungi organisasi dari ancaman modern.
Bagaimana Teknologi SentinelOne Membantu Melindungi Organisasi
Platform keamanan dari SentinelOne dirancang untuk memberikan perlindungan menyeluruh terhadap berbagai jenis ancaman siber modern. Dengan memanfaatkan kecerdasan buatan dan analisis perilaku, teknologi ini mampu mendeteksi aktivitas mencurigakan bahkan ketika penyerang menggunakan alat yang sah atau kredensial yang valid.
Beberapa kemampuan utama teknologi SentinelOne meliputi:
Deteksi Ancaman Berbasis AI
Platform ini dapat menganalisis aktivitas sistem secara real time untuk mengidentifikasi pola perilaku yang menunjukkan adanya serangan.
Perlindungan Endpoint yang Proaktif
Teknologi ini mampu mencegah malware, ransomware, dan berbagai teknik serangan lanjutan sebelum menyebabkan kerusakan pada sistem.
Visibilitas Mendalam terhadap Aktivitas Jaringan
Tim keamanan dapat melihat aktivitas mencurigakan di seluruh lingkungan IT dan merespons insiden dengan lebih cepat.
Respons Otomatis terhadap Ancaman
Ketika ancaman terdeteksi, sistem dapat secara otomatis mengisolasi perangkat yang terinfeksi dan menghentikan aktivitas berbahaya.
Dengan pendekatan ini, organisasi dapat menghentikan serangan bahkan sebelum penyerang berhasil menyebar lebih jauh di dalam jaringan.
Saatnya Memperkuat Pertahanan Siber Anda
Serangan terhadap perangkat edge menunjukkan bahwa tidak ada bagian dari infrastruktur IT yang benar-benar aman tanpa perlindungan yang tepat. Firewall, server, workstation, hingga perangkat mobile semuanya dapat menjadi titik masuk bagi penyerang jika tidak dilindungi dengan teknologi keamanan yang memadai.
Organisasi yang proaktif dalam memperkuat keamanan siber mereka akan memiliki keunggulan besar dalam menghadapi ancaman digital yang terus berkembang. Dengan solusi keamanan canggih dari SentinelOne, Anda dapat melindungi organisasi dari serangan modern, mendeteksi ancaman lebih cepat, dan merespons insiden dengan lebih efektif.
Jangan menunggu sampai serangan terjadi. Lindungi jaringan, data, dan reputasi organisasi Anda mulai hari ini dengan teknologi keamanan dari SentinelOne. Diskusikan kebutuhan keamanan Siber Anda bersama tim SentinelOne Indonesia. Pelajari bagaimana solusi keamanan berbasis AI dapat membantu organisasi Anda tetap selangkah lebih maju dari para penyerang. Sebagai mitra SentinelOne terpercaya iLogo Indonesia merupakan layanan penyedia keamanan siber terbaik yang ada di Indonesia. Mulai perjalanan menuju keamanan siber yang lebih kuat bersama SentinelOne sekarang juga. Kunjungi sentinelone.ilogoindonesia untuk informasi terbaru.
